Makanan manis, asin, dan berlemak: mengapa kita harus menyingkirkannya dari pola makan balita.

20th Juli 2020

Obesitas pada anak telah menjadi masalah di seluruh dunia. Persentase anak-anak yang terpengaruh oleh obesitas telah meningkat secara eksponensial selama beberapa dekade terakhir dan orangtua memiliki peran penting dalam mencegahnya melalui pengendalian diet dan aktivitas fisik anak-anak mereka1.

Konsumsi kalori yang berlebihan dari makanan dan minuman yang kaya akan gula dan lemak jenuh atau trans (yang disebut “lemak jahat”) dapat menyebabkan penambahan berat badan dari waktu ke waktu. Studi ilmiah pada anak-anak telah menunjukkan bahwa 30-40% energi harian pada anak-anak dikonsumsi sebagai makanan dan minuman yang padat energi, bergizi buruk seperti kudapan asin, minuman manis (minuman ringan atau jus buah pekat) dan biasanya makanan yang melalui banyak proses pembuatan (makanan pencuci mulut, makanan siap saji, saus komersial, dll.)2.Akan tetapi, makanan tersebut lebih disukai anak-anak daripada makanan yang sehat. Hal ini berarti bahwa anak-anak, seperti orang dewasa, sering menginginkan rasa dan tekstur makanan cepat saji  yang mereka sukai. Konsumsi ini meningkat selama makan dan mengonsumsi kudapan lebih banyak, sehingga mengadopsi kebiasaan sehat menjadi semakin sulit.

Sebagai orangtua, tantangan pertama untuk mencegah obesitas pada balita adalah meminimalkan kepadatan nutrisi makanan dengan menghindari jenis makanan ini dalam diet anak Anda dan menggantikannya dengan buah segar, sayuran, produk susu rendah lemak, biji-bijian, kacang, dll. Dengan memberinya air untuk diminum, sebagai ganti dari minuman ringan dan jus, serta mengurangi penggunaan garam, gula dan lemak dengan tepat dalam resep makanan akan membuat hidangan menjadi lebih lezat3.

  1. Centers for Disease Control and Prevention [webpage]*. Atlanta. US. Department of Health & Human Services; 2018 [lat access on 29th of August 2018]. Childhood Obesity Facts. Tersedia di: https://www.cdc.gov/healthyschools/obesity/facts.htm

  2. Liem DG, Mennella JA. Sweet and Sour Preferences During Childhood: Role of Early Experiences. Developmental psychobiology. 2002; 41 (4): 388-395.

  3. Story M, Kaphingst KM, Robinson-O’Brien R, et al. Creating healthy food and eating environments: policy and environmental approaches. Annu Rev Public Health. 2008; 29: 253-272.

This site uses its own and third party cookies. Some of the cookies are necessary to navigate. To enable or limit accessory cookie categories, or for more information, click on Customize settings.
Accept Cookies